Pages

Monday, September 24, 2018

PDIP: Perangi Hoaks Sebagai Politik Adu Domba Bangsa

Liputan6.com, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengajak beberapa caleg artis yang diusungnya ke Museum Kebangkitan Nasional di Gedung eks Stovia, Jl Abdul Rachman Saleh, Jakarta Pusat. Dari kegiatan tersebut diharapkan para caleg mengenal sejarah bangsa dan menjauhi perpecahan.

Para artis yang mengikuti kegiatan tersebut antara lain Krisdayanti, Kirana Larasati, Lita Zein, dan Iis Sugiharto. Hadir dalam kesempatan itu pegiat sejarah Boni Triana yang menjadi pemandu Museum Kebangkitan Nasional.

"Politik adu domba atau devide et di Indonesia sama dengan politik yang dilakukan orang Belanda jaman dulu, yang disebut juga devide et empira. Politik perpecahan membuat bangsa terpecah belah," kata Wakil Sekjen PDIP Ahmad Basarah dalam paparan singkatnya di eks Gedung Stovia, Jakarta, Selasa (25/9/2018).

Alasan caleg dari kalangan artis yang diajak turut serta belajar ke museum tersebut, karena mereka dinilai sebagai contoh atau role model hidup di masyarakat yang diharapkan dapat menyebar virus persatuan dan kesatuan, terlebih di momentum hajat demokrasi saat ini.

"Karena harusnya momen Pilpres adalah suatu momen persatuan dan kesatuan, bukan perpecahan," kata Basarah.

Dia menambahkan, dengan mempelajari sejarah diharapkan para peserta mengetahui perjuangan bangsa dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

"Jas Merah, jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah. Karena dengan mempelajari sejarah, persatuan Bangsa Indonesia tidak akan terpecah belah dengan politik adu domba yang ada," kata Basarah.

Let's block ads! (Why?)

https://www.liputan6.com/pileg/read/3651892/pdip-perangi-hoaks-sebagai-politik-adu-domba-bangsa

No comments:

Post a Comment